Laporan Arus Kas, Kegiatan Investasi, dan Kegiatan Pembiayaan

NPM         : 202333500671

NAMA      : Delifiya Zahira



Versi Video
https://drive.google.com/file/d/1x60BUtxYxY1Kll8Zny9neicdWPWdrhv7/view?usp=sharing


A. Laporan Arus Kas

Pengertian Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement) adalah laporan keuangan yang menyajikan informasi penerimaan dan pengeluaran kas suatu perusahaan selama satu periode akuntansi. Laporan ini merupakan salah satu dari empat laporan keuangan utama yang disusun berdasarkan PSAK 2.

Tujuan dan Manfaat Laporan Arus Kas memiliki empat manfaat utama bagi pengguna laporan keuangan:

  1. Likuiditas Riil : menunjukkan kas aktual yang tersedia, bukan sekadar laba di atas kertas
  2. Kualitas Laba : mengungkap apakah laba berasal dari operasi nyata atau penyesuaian non-kas
  3. Prediksi Arus Kas : membantu investor dan kreditur menilai kemampuan menghasilkan kas di masa depan
  4. Solvabilitas : menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka panjang

Komponen Utama Laporan Arus Kas terdiri dari tiga aktivitas utama:

  1. Aktivitas Operasi : arus kas dari kegiatan utama bisnis
  2. Aktivitas Investasi : arus kas dari perolehan atau pelepasan aset jangka panjang
  3. Aktivitas Pendanaan : arus kas dari perubahan struktur modal

Metode Penyusunan Terdapat dua metode dalam menyusun Laporan Arus Kas khusus pada bagian Aktivitas Operasi:

Metode Langsung (Direct Method) Direkomendasikan oleh PSAK karena menyajikan langsung penerimaan dan pengeluaran kas bruto. Lebih transparan dan mudah dipahami, namun memerlukan data kas yang lebih rinci.

Metode Tidak Langsung (Indirect Method) Lebih umum digunakan perusahaan besar karena dimulai dari laba bersih yang kemudian disesuaikan dengan item non-kas dan perubahan modal kerja. Datanya lebih mudah didapat dari pembukuan yang sudah ada.



B. Kegiatan Investasi

Pengertian Kegiatan investasi adalah aktivitas arus kas yang berkaitan dengan perolehan dan pelepasan aset jangka panjang serta investasi keuangan yang tidak termasuk setara kas. Aktivitas ini mencerminkan strategi pertumbuhan dan pengembangan aset perusahaan untuk kepentingan jangka panjang.

Kas Masuk dari Kegiatan Investasi:

  1. Penjualan aset tetap seperti mesin, gedung, dan kendaraan
  2. Penerimaan dari penjualan investasi berupa saham atau obligasi
  3. Penerimaan pelunasan pinjaman yang diberikan kepada pihak lain

Kas Keluar dari Kegiatan Investasi:

  1. Pembelian aset tetap dan aset tidak berwujud
  2. Pembelian investasi keuangan berupa saham dan obligasi
  3. Pemberian pinjaman kepada pihak lain


Arus kas investasi yang bernilai negatif tidak selalu merupakan sinyal buruk. Pada perusahaan yang sedang berkembang, kondisi ini justru mencerminkan komitmen perusahaan dalam berinvestasi untuk membangun kapasitas dan pertumbuhan jangka panjang.



C. Kegiatan Pembiayaan

Pengertian Kegiatan pembiayaan adalah aktivitas arus kas yang berasal dari perubahan struktur modal perusahaan, mencakup transaksi yang berkaitan dengan utang jangka panjang maupun ekuitas pemilik. Aktivitas ini mencerminkan kebijakan pendanaan dan kebijakan dividen yang diterapkan manajemen.

Kas Masuk dari Kegiatan Pembiayaan:

  1. Penerimaan pinjaman bank jangka panjang
  2. Penerbitan saham baru kepada investor
  3. Setoran modal tambahan dari pemilik perusahaan

Kas Keluar dari Kegiatan Pembiayaan:

  1. Pelunasan pokok pinjaman atau utang obligasi
  2. Pembayaran dividen atau prive kepada pemilik
  3. Pembelian kembali saham perusahaan sendiri (buyback)


Kegiatan pembiayaan penting untuk menilai seberapa besar ketergantungan perusahaan terhadap utang dibandingkan modal sendiri. Hal ini berkaitan langsung dengan tingkat risiko keuangan yang ditanggung perusahaan dan menjadi pertimbangan utama bagi investor maupun kreditur.



D. Contoh Laporan Arus Kas Perusahaan

PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk Laporan Arus Kas Tahun Berakhir 31 Desember 2023 (dalam miliaran Rupiah)

Aktivitas Operasi

      Keterangan     Jumlah
Penerimaan kas dari pelanggan     143.200
Penerimaan bunga     1.850
Pembayaran kepada pemasok dan vendor     (58.400)
Pembayaran gaji dan tunjangan karyawan     (21.300)
Pembayaran pajak penghasilan     (8.750)
Pembayaran beban operasi lainnya     (19.600)
Kas Bersih dari Aktivitas Operasi     37.000

Aktivitas Investasi

Keterangan     Jumlah
Penjualan aset tetap     1.200
Penerimaan dari divestasi investasi     850
Pembelian infrastruktur jaringan dan aset tetap     (28.500)
Pembelian aset tidak berwujud     (2.100)
Penempatan investasi jangka pendek     (3.400)
Kas Bersih dari Aktivitas Investasi     (31.950)

Aktivitas Pendanaan

Keterangan     Jumlah
Penerimaan pinjaman bank dan obligasi baru     12.800
Pelunasan pinjaman jangka panjang     (9.500)
Pembayaran dividen kepada pemegang saham     (14.200)
Pembayaran liabilitas sewa     (1.850)
Kas Bersih dari Aktivitas Pendanaan     (12.750)

Posisi Kas

Keterangan     Jumlah
Kas Awal Periode     27.400
Penurunan Kas Bersih     (7.700)
Kas Akhir Periode     19.700


PT Telkom Indonesia menunjukkan kondisi keuangan yang sehat. Arus kas operasi yang besar dan positif sebesar Rp 37.000 miliar menjadi penopang utama seluruh kebutuhan investasi dan pembayaran dividen perusahaan. Arus kas investasi negatif mencerminkan investasi aktif pada infrastruktur jaringan BTS dan fiber optik yang diperlukan untuk pertumbuhan jangka panjang. Sementara arus kas pendanaan negatif terutama disebabkan oleh pembayaran dividen yang besar kepada pemegang saham, mencerminkan komitmen Telkom sebagai perusahaan yang sudah matang dalam memberikan imbal hasil kepada investornya.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISA KEUANGAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP AKUNTANSI KEUANGAN DI INDONESIA

FORM DI HTML5